Sabtu, 27 September 2014

Keabadian Rinjani, Lombok | ID-Traveler

Puncak Pelawangan
 Pendakian ID-Traveler ke puncak gunung Rinjani, Lombok kali ini dilakukan dalam kelompok kecil. Priyo, Panji dan Aeron yang berangkat dari Jakarta dengan memaksakan cuti demi perjalanan luar biasa yang hanya ada di Lombok, Indonesia. Setiba di pulau lombok kami di jemput langsung menuju desa sembalun untuk mempersiapkan pendakian disana.
Pagi berangkat melalui desa terakhir, kali ini kita potong jalan lewat sawah penduduk tanpa lewat gerbang pos pendakian, menurut kawan yang menemani jalur ini lebih singkat dibanding lewat jalur resmi :)

Perjalanan mendaki di selingi guyonan akrab khas para pendaki, disini kami berjumpa dengan beberapa pendaki dari jakarta dan negara lain yang ingin menikmati keindahan gunung Rinjani yang terkenal itu. Perjalanan yang melelahkan menghantar kita hingga pelawangan di sore hari, dengan kondisi pisik yang terkuras kami menyiapkan tenda untuk bermalam di pelawangan.
Puncak Rinjani dari Pelawangan
Istirahat melepas lelah di pelawangan sangat penting untuk mengatur stamina esok, setelah makan malam dan istirahat kami lanjutkan perjalanan menuju puncak di pagi hari, umumnya para pendaki mulai perjalanan sekitar pukul 2:00 am untuk dapat sampai di puncak saat matahari terbit. Perjalanan pagi ini cukup rumit secara mata masih mengantuk dan udara dingin ikut menggoda untuk tetap tarik selimut, namun tekad untuk mendaki lebih kuat sehingga kami tetap berjalan dengan satu tujuan, Puncak Rinjani.

Edelweiss di jalur Puncak Rinjani
Hal yang menyenangkan saat menuju puncak gunung rinjani adalah sambutan pemandangan yang indah luar biasa, ditambah lagi bunga edelweiss yang bermekaran di kanan kiri jalan menambah semangat untuk terus berjalan menuju puncak gunung rinjani.

Pukul 12 siang kita tiba dipuncak, setelah doa syukur kita turun kembali ke basecamp pelawangan untuk isi energi sebelum pulang ke Jakarta.