Senin, 07 April 2008

Badai Matahari Bisa Kacaukan GPS pada 2011

JAKARTA, SENIN--Sistem navigasi pesawat dan telekomunikasi yang memanfaatkan
satelit-satelit global positioning systems (GPS) akan terganggu badai
Matahari pada tahun 2011. Sebab, alat penerima sinyal GPS sangat peka
terhadap sinyal pengganggu (noise) yang dihasilkannya.

Badai Matahari terbentuk karena terjadinya gejolak di atmosfer Matahari yang
dipicu terbentuknya bintik hitam (sunspot). Bintik hitam merupakan daerah
yang mempunyai suhu lebih rendah dibanding daerah sekitarnya.

Kondisi tersebut memicu lidah api (solar flare) dan coronal mass ejection
(CME) atau terlontarnya materi matahari yang juga mencapai Bumi.
Partikel-partikel bekecepatan tinggi dalam jumlah besar yang sampai ke
atmosfer Bumi menghasilkan aurora dan badai geomagnetik. Inilah yang disebut
para astronom solar storm atau badai Matahari.

Aktivitas yang terjadi secara berkala tersebut akan mencapai puncaknya
kembali pada tahun 2011 hingga 2012. Puncak aktivitas atau disebut solar
maximum umumnya terjadi setiap 11 tahun sesuai dengan siklus perubahan medan
magnetik Matahari.

Noise

Partikel bermuatan listrik yang dilontarkan Matahari menghasilkan noise pada
frekuensi radio 1,2 hingga 1,6 gigahertz. Umumnya noise yang terjadi pada
frekuensi yang juga dipakai sinyal GPS ini sangat kecil, sehingga penerima
GPS akan menerima sinyal yang sangat buruk pada saat terjadi badai Matahari.

"Jumlah dan intensitas noise akan meningkat dan dapat mengaburkan sinyal GPS
selama periode ini," kata Paul Kintner dari Departemen Teknik Elektro
Universitas Cornell. Kintner memperkirakan badai Matahari yang terjadi saat
itu dapat menurunkan kualitas sinyal GPS hingga 90 persen selama berjam-jam
dan satu waktu.

Hal tersebut bisa menjadi masalah besar bagi dunia penerbangan. Sistem
navigasi pesawat pada umumnya menggunakan GPS untuk menentukan posisi
pesawat dan pengatur lalu lintas pesawat menggunakannya untuk menentukan
jarak antarpesawat serta pengaturan proses take off dan landing.

Badai matahari juga dapat mengganggu sinyal GPS yang juga digunakan untuk
menyeleraskan jaringan telekomunikasi, misalnya sistem code division
multiple access (CDMA). Salah satu solusinya, kata Kintner, mungkin
meningkatkan sinyal GPS. Namun, hal tersebut harus dilakukan dengan mengubah
desain satelit GPS baik hardware maupun software-nya.

"Masalah ini agak terlewatkan, sebab sistem GPS telah telah menyebar pada
periode yang relatif mengalami aktivitas badai Matahari yang tidak besar,"
ujarnya.

Tidak ada komentar: